Tauhid

katakan Allah itu satu..Allah tempat kita menggantungkan harapan..tidak beranak dan tidak pula diperanakkan...Allah tidak ada sesuatu apapun yang menyerupainya (QS:144 (Al IKHLAS) 1-4.

2 kalimat Syahadat

pintu masuk menuju islam, intisari ajaran islam, pondasi iman, pembeda antara muslim dengan kafir, jaminan masuk surga.

one way to Jannah (heaven)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. 3:19).

Aqidah

tiada sembahan selain ALLAH SWT dan tempat kembali Hanyalah Kepada NYA.

ALLAH THE GREATEST

..........

Cari Blog Ini

Sabtu, 12 Mei 2012

Partai Bulan Bintang yakin lolos PT

Jakarta Partai Bulan Bintang (PBB) yakin akan ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2014 mendatang. PBB akan berusaha meraup banyak suara dan mampu melampaui ambang batas Parliamentary Threshold (PT) 5 persen dalam Pemilu mendatang.

"Untuk pemilu kita pasti ikut, kita maju dengan nama Bulan Bintang. Tapi di dalam parlemen, nanti kita lihat hasilnya," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB MS Kaban kepada wartawan di sela-sela perayaan milad PBB ke-13 di Kantor DPP PBB, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2011).


Namun saat ditanya target suara PBB dalam pemilu mendatang, Kaban tidak menyebutkan dengan detail. "Ya semua partai politik ingin dia meraih suara yang sebanyak-banyaknya," jawabnya.


Lebih lanjut, Kaban menyatakan, para pemilih Partai Bulan Bintang pada pemilu mendatang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia meyakini bahwa PBB akan lolos dan mampu memenuhi ambang batas PT.


"Kita yakin, optimis kita, angka parliamentary threshold itu kita lampaui. Masak iya sih dari 100 juta pemilih tidak ada 5 persennya milih Bulan Bintang," tuturnya.


PBB, lanjut Kaban, juga tidak menutup pintu untuk berkoalisi dengan partai politik lain dalam pemilu mendatang. Menurutnya, segala kemungkinan bisa saja terjadi.


"Saya pernah mengatakan, Partai Bulan Bintang sangat terbuka berkoalisi dengan siapapun, termasuk dengan Hanura, termasuk dengan yang lain-lain, sangat terbuka," jelas Kaban.


PBB, lanjutnya, bahkan telah melakukan perundingan soal koalisi ini dengan sejumlah partai politik. "Sudah, kita sudah melakukan perundingan dengan PPP, dengan PKNU. Sudah kita lakukan perundingan itu," ungkapnya.


Apakah sudah mendekati kata sepakat?


"Semua aspirasi sudah disampaikan, tinggal nanti bagaimana formula dalam UU Pemilu, akan disesuaikan. PBB selalu di atas sistem, bagaimana sistemnya, kita mengikuti," ucapnya.

mengenal TCM

Apa itu TCM?

Traditional Chinese Medicine (TCM) – pengobatan tradisional cina adalah sistem medis yang lengkap yang telah digunakan untuk mendiagnosa, merawat dan mencegah penyakit-penyakit lebih dari 2000 tahun. TCM berdasarkan pada kepercayaan ‘yin’ dan ‘yang’ – diartikan sebagai energi yang berlawanan, seperti bumi dan langit, dingin dan panas, dan kebahagiaan dan kesedihan. Ketika ‘yin’ dan ‘yang’ seimbang, anda merasakan santai dan bertenaga. Tetapi, selain kesetimbangan, ‘yin’ dan ‘yang’ mempengaruhi kesehatan anda secara negative.
 Dokter juga percaya bahwa ada kelangsungan hidup manusia atau energi ditiap badan, dikenal sebagai qi (dibaca “chee”). Untuk ‘yin’ and ‘yang’menjadi seimbang dan tubuh menjadi sehat, qi harus seimbang dan mengalir secara bebas. Ketika ada sedikit atau banyak qi dijalan energi tubuh seseorang (disebut meridians – garis bujur), atau ketika aliran qi dihalang, penyakit timbul.
 Tujuan yang utama dari perawatan TCM adalah menyeimbangkan ‘yin’ dan ‘yang’ dihidup kita dengan mempromosikan aliran qi yang alamiah. Dalam analogi yang menarik, sering digunakan untuk memberitahukan sifat-nya, qi diuraikan sebagai angin di pelayaran; kita tidak melihat angin secara langsung, tapi kita menyadari keberadaan-nya seperti memenuhi pelayaran.
Macam-macam perawatan TCM

Praktek yang digunakan di TCM termasuk:
  • Akupunktur dan acupressure
  • Moxibustion (pembakaran jamu di mangkok sedotan)
  • Jamu
  • Nutrisi
  • Tui na (Suatu format pemijatan Cina)
  • Olahraga (Seperti tai chi dan qi gong dimana menyatukan gerakan dengan meditasi)
Bagaimana cara kerjanya?

Di TCM, organ dalam tubuh tidak dipikir sebagai struktur tersendiri, tetapi sebagai jaringan yang kompleks. Menurut TCM, ada lima sistem organ (ginjal, jantung, limpa, hati, dan paru-paru) dimana qi mengalir melalui meridians. Meskipun nama-nya yang spesifik, lima sistem ini berhubungan dengan bagian tubuh lain-nya. Ginjal contoh-nya menunjukkan seluruh sistem yang mengenai air kencing bersama dengan kelenjar adrenalin yang berada diatas ginjal. Jantung menunjukkan jantung dan otak.

Apa yang harus saya harapkan pada kunjungan pertama?
Dokter TCM akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang sejarah medis anda dan melakukan pemeriksaan badan untuk melihat tanda-tanda ketidakseimbangan. Dokter akan memeriksa kulit, lidah, dan rambut begitu juga bagian tubuh anda yang lain (dari keterangan mata sampai warna kuku anda), dan akan memeriksa enam denyut nadi di tiap pergelangan tangan anda. Dokter juga akan mendengarkan suara anda untuk menilai jiwa anda, dan akan menentukan kalau satu atau lebih jaringan organ ada yang terpengaruh.
 Dokter TCM anda akan mencoba membetulkan ketidakseimbangan di tubuh anda dengan menyediakan kombinasi terapi-terapi yang telah dibahas diatas.

Apa kegunaan TCM?

Berabad-abad yang lalu, TCM telah digunakan untuk merawat kondisi yang tak terhitung. Scientists dari bagian barat masih mempelajari kemanjuran-nya untuk berbagai penyakit. Beberapa kondisi dimana TCM dikenal sungguh membantu termasuk:
  • Kegemukan
  • Diabetes dan komplikasi-nya seperti retinopathy (kerusakan pada retina yang terletak di belakang mata)
  • Kholesterol yang tinggi
  • Penyakit kesuburan pria dan wanita
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit pencernaan (seperti sindrom usus besar yang meradang)
  • Cystitis yang kambuh (peradangan kandung kemih)
TCM mungkin juga sebagai perawatan efektif untuk penyakit berikut ini:
  • Alergi
  • Sinusitis
  • Kecanduan
  • Kesakitan (termasuk bersalin dan yang berhubungan dengan perut)
  • Gejala menopausal
  • Osteoporosis
  • Arthritis
  • Infeksi (Pernapasan, kandung kemih, vaginal)
  • Penyakit tidur
  • Stress
  • Constipation (sembelit) 

Jumat, 11 Mei 2012

11 Manfaat air putih/mineral

Tahukah Anda bahwa sebagian besar tubuh kita diisi oleh cairan? Ya, 90 persen cairan terdapat dalam tubuh kita menandakan bahwa manusia tak bisa lepas (kekurangan) cairan. Sebagian orang mungkin bisa bertahan tanpa makan dalam beberapa hari, tapi tidak bagi cairan. Saking pentingnya cairan bagi manusia, maka tubuh harus selalu dipenuhi kebutuhan akan cairannya.

Salah satu cairan yang penting bagi tubuh adalah air putih. Meskipun hanya sekedar minum air putih, tapi manfaat yang dibawa dari mengkonsumsi air putih secara cukup ternyata banyak juga loh. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat mengkonsumsi air putih yang dikutip dari berbagai sumber :

Menurunkan berat badan
Minum air mengurangi kelaparan, hal ini adalah cara efektif  untuk mengurangi nafsu makan sehingga Anda akan makan lebih sedikit. Ditambah air tidak mempunyai  kandungan kalori.

Obat alami untuk sakit kepala
Membantu meredakan sakit kepala dan rasa sakit yang kembali karena dehidrasi. Meskipun banyak penyebab sakit kepala, dehidrasi adalah akibat yang umum timbulnya sakit kepala.

Kulit terlihat sehat
Anda akan terlihat lebih muda saat kulit Anda terhidrasi. Air membantu untuk mengisi jaringan kulit, melembabkan kulit dan meningkatkan elastisitas kulit.

Produktivitas yang lebih baik di tempat kerja
Otak Anda sebagian besar terdiri dari air, sehingga minum air membantu Anda berpikir lebih baik, lebih waspada dan lebih terkonsentrasi.

Berolahraga dengan kondisi lebih baik
Minum air mengatur suhu tubuh anda. Itu berarti Anda akan merasa lebih energik ketika melakukan olahraga.
Membantu pencernaan dan sembelit
Minum air meningkatkan metabolisme karena membantu dalam pencernaan. Serat dan air berjalan bersamaan sehingga usus Anda  bergerak dengan baik.

Berkurangnya rasa kram  dan terkilir
Hidrasi yang tepat membantu menjaga sendi dan otot untuk dilumasi, sehingga Anda cenderung tidak mudah terkena kram dan keseleo.

Berkurangnya resiko terkena penyakit
Minum banyak air membantu melawan flu dan penyakit lain seperti batu ginjal dan serangan jantung. Air dicampur lemon sangat baik digunakan untuk penyakit seperti pernapasan, masalah usus, radang sendi dan lain-lain. Dengan kata lain salah satu manfaat air minum dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Meredakan kelelahan
Air digunakan oleh tubuh untuk membantu membersihkan racun dan membuang kotoran dari tubuh. Jika tubuh Anda kekurangan air, jantung Anda, misalnya, perlu bekerja lebih keras untuk memompa keluar darah ke semua sel, begitu juga sisa organ vital, organ-organ Anda akan habis dan begitu juga Anda.

Suasana hati menjadi baik
Tubuh Anda terasa sangat baik dan itulah mengapa Anda merasa bahagia.

Mengurangi Risiko Kanker:
Terkait dengan sistem pencernaan, beberapa studi menunjukkan bahwa minum jumlah air yang sehat dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih dan kanker usus besar. Air meleburkan konsentrasi gen penyebab kanker dalam urin dan memperpendek waktu virus di dalam kontak dengan lapisan kandung kemih.

semoga bermanfaat..wassalamualaikum wr. wb

Kamis, 03 Mei 2012

DOA MENJAWAB DAN SETELAH ADZAN

‘Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah berkata sebagaimana yang dikatakan oleh muadzin, kecuali dalam kalimat:’
(i) Hayya 'alasshalaah ‘Mari kita sholat, atau Hayya 'alal falaah Mari menuju kemenangan’
Maka padanya berkata:
(ii) Laa haula wa laa quwwata illa billaah ‘Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.’ (HR. Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288)

‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Muhammad adalah utusanNya. Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai rasulKu, dan Islam sebagai agamaku.’ (Segera dibaca ketika muadzin membaca syahadat) (HR. Muslim 1/290. Instruksi “segera dibaca” diriwayatkan oleh Ibn Khuzaymah 1/220)
 
Seorang Muslim harus membaca shalawat kepada Nabi saw. sesudah menjawab adzan.’ (HR. Muslim 1/288)

‘Ya Allah, Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi saw.) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’ (HR. Bukhari 1/152)
 
Berdoa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada saat itu dikabulkan. (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad)

Pengertian Fiqih

Firman Allah dalam QS At Taubah [9] : 123;

“Maka apakah tidak lebih baik dari tiap-tiap kelompok segolongan manusia untuk ber “tafaqquh” (memahami fiqih) dalam urusan agama dan untuk memberi peringatan kaumnya bila mereka kembali; mudah-mudahan kaumnya dapat berhati-hati (menjaga batas perintah dan larangan Allah).”

Hadits Nabi :

“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah akan diberikannya kebajikan dan keutamaan, niscaya diberikan kepadanya “ke-faqih-an” (memahami fiqih) dalam urusan agama.” (HR. Bukhari-Muslim).

Ilmu fiqih adalah ilmu untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah mukallaf baik yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram yang digali dari dalil-dalil yang jelas (tafshili). 

Produk ilmu fiqih adalah “fiqih”. Sedangkan kaidah-kaidah istinbath (mengeluarkan) hukum dari sumbernya dipelajari dalam ilmu “Ushul Fiqih”.

Pengertian Akhlak

Akhlak dari kata Al-Akhlak, jamak dari Al-khuluq yang artinya kebiasaan, perangai, tabiat dan agama.

Menurut Al Gazali, kata akhlak sering diidentikkan dengan kata kholqun (bentuk lahiriyah) dan Khuluqun (bentuk batiniyah), jika dikaitkan dengan seseorang yang bagus berupa kholqun dan khulqunnya, maka artinya adalah bagus dari bentuk lahiriah dan rohaniyah. Dari dua istilah tersebut dapat kita pahami, bahwa manusia terdiri dari dua susunan jasmaniyah dan batiniyah. Untuk jasmaniyah manusia sering menggunakan istilah kholqun, sedangkan untuk rohaniyah manusia menggunakan istilah khuluqun. Kedua komponen ini memilih gerakan dan bentuk sendiri-sendiri, ada kalanya bentuk jelek (Qobi’ah) dan adakalanya bentuk baik (jamilah). Akhlak yang baik disebut adab. Kata adab juga digunakan dalam arti etiket, yaitu tata cara sopan santun dalam masyarakat guna memelihara hubungan baik antar mereka.

Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku / perangai (Imal-Suluh) atau Tahzib al-akhlak (Filsafat akhlak), atau Al-hikmat al-Amaliyyat, atau al-hikmat al- khuluqiyyat. Yang dimaksudkan dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. Dalam bahasa Indonesia akhlak dapat diartikan dengan moral, etika, watak, budi pekertim, tingkah laku, perangai, dan kesusilaan.

Ruang Lingkup Akhlak
a) Akhlak pribadi
Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri, maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri, karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak yang utama, budi yang tinggi. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani, disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri, dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyai perbuatan.

b) Akhlak Berkeluarga
Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib kerabat.
Kewjiban orang tua terhadap anak, dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna, dengan ajaran –ajaran yang bijak, islam telah memerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur, sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. Sehingga anak akan tumbuh secara istiqomah, terdidik untuk berani berdiri sendiri, kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri, kehormatan dan kemuliaan.

Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai, taati dan hormati. Karena keduanya memelihara,mengasuh, dan mendidik,menyekolahkan engkau, mencintai dengan ikhlas agar engkau menjadi seseorang yang baik, berguna dalam masyarakat, berbahagia dunia dan akhirat. Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau, menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu, mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu. Pamanmu, bibimu dan anak-anaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia, karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiap keperluan.

c) Akhlak Bermasyarakat
Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamu susah, mereka menolong, dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan, orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu, yaitu cinta dan hormat pada tetangga.

Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan, kesusilaan/moral timbul didalam masyarakat. Kesusilaan/moral selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Sejak dahulu manusia tidak dapat hidup sendiri–sendiri dan terpisah satu sama lain, tetapi berkelompok-kelompok, bantu-membantu, saling membutuhkan dan saling mepengaruhi, ini merupakan apa yang disebut masyarakat. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dan tertib jika tiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan norma- norma kesusilaan yang berlaku.

d) Akhlak Bernegara Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersama mereka dengan nasib dab penanggungan yang sama. Dan ketahuilah bahwa engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka.

e) Akhlak Beragama
Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya, karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan Tuhan, maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan.

Berangkat dari sistematika diatas dengan sedikit modifikasi penulis membagi pembahasan ruang lingkup akhlak antar lain:
1. Akhlak terhadap Allah SWT
2. Akhlak terhadap Rasullah Swt
3. Akhlak Pribadi
4. Akhlak dalam keluarga
5. Akhlak bermasyarakat
6. Akhl;ak bernagara

Dalam konsep akhlak segala sesuatu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara (Qu’an dan Sunah) yang menilainya demikian. Namun akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika, jikqa etika dibatasi pada sopan santun antar sesame manusia, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah.

Pembinaan Akhlak
Pembinaan adalah suatu usaha untuk membina. Membina adalah memelihara dan mendidik, dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Anak didik adalah anak yang masih dalam proses perkembangan menuju kearah kedewasaan. Hal ini berarti bahwa anak harus berkembang menjadi manusia yang dapat hidup dan menyesuaikan dari dalam masyarakat, yang penuh dengan aturan-aturan dan norma-norma kesusilaan. Oleh karena itu perlulah anak di didik, dipimpin kearah yang dapat dan sanggup hidup menuruti aturan-aturan dan norma-norma kesusilaan. Jadi maksud dari tujuan pendidikan akhlak atau kesusilaan adalah memimpin anak setia serta mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dan setiap waktu.

Pada masa sekarang ini demoralisasi telah merajalela dalam kehidupan masyarakat, maka dari itu diperlukan usaha-usaha pendidikan dalam mengupayakan pembinaan akhlak terutama pada masa remaja, karena pada masa pubertas dan usia baligh anak mengalami kekosongan jiwa yang merupakan gejala kegoncangan pikiran, keragu-raguan, keyakinan agama, atau kehilangan agama. Menurut Al-Gazaly adalah menunjukkan suatu hikmah bahwa anak puber tersebut memerlukan bekal untuk mengisi kekosongan jiwanya melalui sublimasi dan “way out” dari problema yang dihindarinya.

Metode Pendidikan Akhlak
Yang dimaksud dengan metode disini ialah semua cara yang digunakan dalam upaya mendidik. Adapun metode Islam dalam upaya perbaikan terhadap akhlak adalah mengacu pada dua hal pokok, yakni pengajaran dan pembiasaan. Yang dimaksud dengan pengajaran adalah sebagai dimensi teoritis dalam upaya perbaikan dan pendidikan. Sedangkan yang dimaksud dengan pembiasaan untuk dimensi praktis dalam upaya pembentukan (pembinaan) dan persiapan.

Ali Kholil Abu’Ainin didalam kitabnya : Falsafahtul Tarbiyatul Islamiyahtu Al-Qur’anil karim” mengemukakan secara panjang lebar tentang metode pendidikan Islam, yang diringkasnya menjadi 11 (sebelas) macam, yaitu :
1. Pengajaran tentang cara beramal dan pengalaman / ketrampilan.
Metode ini dapat dilakukan melalui ibadah shalat, zakat, puasa, haji dan ijtihad.
2. Mempergunakan akal
3. Contoh yang baik dan jujur
4. Perintah kepada kebaikan, larangan perbuatan munkar saling berwasiat kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.
5. Nasihat-nasihat
6. Kisah-kisah
7. Tamsil
8. Menggemarkan dan menakutkan atau dorongan dan ancaman.
9. Menanamkan atau menghilangkan kebiasaan.
10. Menyalurkan bakat.
11. Peristiwa-peristiwa yang berlalu.

Menurut al-nahlawi metode pendidikan yang diajurkan, antara lain :
1. Metode Hiwar Qur’ani dan Nabawi
Hiwar (dialog) ialah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih mengenai suatu topik, dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini oleh guru). Dalam percakapan itu bahan pembicaraan tidak dibatasi, dapat digunakan berbagai konsep sains, filsafat, seni, wahyu, dll. Kadang-kadang pembicaraan sampai pada satu kesimpulan, kadang-kadang tidak sampai pada kesimpulan, karena salah satu pihak tidak puas terhadap pendapat pihak lain. Yang manapun ditemukan hasilnya dari segi pendidikan tidak jauh berbeda, masing-masing mengambil pelajaran untuk menentukan sikap pada dirinya.

Metode Hiwar pada saat ini masih efektif dipakai dalam belajar mengajar, yakni sama dengan diskusi pada zaman sekarang ini, dan memang cukup efektif untuk melatih anak didik lebih mandiri karena mereka dapat berdialog dari hasil bacaan mereka sendiri pada tema yang telah di tentukan oleh gurunya.


2. Metode kisah Qur’ani dan Nabawi
Dalam pendidikan Islam, terutama pendidikan agama Islam (sebagai suatu bidang studi), kisah sebagai suatu metode pendidikan amatlah penting, untuk dapat merenungkan kisahnya, yang menyentuh hati umat manusia. Kisah Qur’ani adalah untuk mendidik perasaan keimanan.

3. Metode amtsal (perumpamaan)
Metode ini banyak kita temui dalam Al-qur’an, antara lain :

Dalam surah Al-Baqarah ayat 17. Perumpamaan orang-orang kafir itu adalah seperti orang yang menyalakan api.
مثلهم كمثل الذي استو قدنارا فلما اضأت ما حوله ذهب الله بنورهم وتركهم فى ظلمت لايبصرون
Dalam surah Al-Ankabut ayat 41 Allah mengumpamakan sesembahan atau Tuhan orang kafir dengan sarang laba-laba, Perumpamaan orang-orang yang berlindung kepada selain Allah atau seperti laba-laba yang membuat rumah, padahal rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba.

مثلهم الذين اتخذوا من دون الله اوليأ كمثل المنكبوت اتخذت بيتا وان اوهن البيوت لبيت المنكبوت لوكانوا يعلمون
Kebaikan dari metode ini adalah :
a) Memudahkan siswa memahami konsep yang abstrak.
b) Perumpamaan dapat merangsang kesan terhadap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut.
c) Merupakan pendidikan agar bila menggunakan perumpamaan haruslah logis dan mudah dipahami.
d) Perumpamaan Qur’ani dan Nabawi memberikan motivasi kepada pendengarnya untuk berbuat amal baik dan menjauhi kejahatan.

4. Metode Teladan
Secara psikologis anak menang senang meniru, tidak saja yang baik, yang jelekpun ditirunya. Dalam teori tabula rasa (John Lock dan Francis Bacon), bahwa anak yang baru dilahirkan dapat di umpamakan sebagai kertas putih bersih yang belum ditulisi, segala kecakapan dan pengetahuan manusia timbul dari pengalaman yang masuk melalui alat indra.

5. Metode Pembiasaan
Inti dari pembiasaan adalah pengulangan, metode mendidik anak murid pada masa kini. Yang menetapkan bahwa dengan cara mengulang –ngulangi pengalaman dalam berbuat sesuatu dapat meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam jiwanya, dan dari aspek inilah anak akan mendapatkan kenikmatan pada waktu mengulang-ngulangi pengalaman yang baik itu, berbeda dengan pengalaman-pengalaman tanpa melalui praktik.

6. Metode Ibrah dan mau’idah
Ibrah ialah suatu kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari sesuatu yang disaksikan, yang dihadapi, dengan menggunakan nalar, yang menyebabkan hati mengakuinya. Adapun Mu’idah ialah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya.

7. Metode Targib dan Tarhib
Targib ialah janji terhadap kesenangan, kenilematan akhirat yang disertai bujukan. Tarhib ialah ancaman karena dosa yang dilakukan.

Sedangkan menurut Prof. Dr.H.M Arifin Med, bahwa dalam Al-Qur’an dan sunah nabi dapat ditemukan metode-metode untuk pendidikan agama, antara lain :
a) Perintah / larangan
b) Cerita tentang orang-orang yang taat dan orang-orang yang berdosa (kotor) serta akibat-akibat dari perbuatannya.
c) Peragaan, misalnya manusia disuruh melihat kejadian dalam alam ini, dengan melihat gunung, laut, hujan, tumbuhan dan sebagainya.
d) Instruksional (bersifat pengajaran), misalnya menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman, begini dan begitu dan lain sebainya.
e) Acquisition (self : aducation), misalnya menyebutkan tingkah laku orang yang munafik itu merugikan diri mereka sendiri, dengan maksud manusia jangan menjadi munafik dan mau mendidik dirinya sendiri kearah iman yang sesungguhnya.
f) Mutual Education (mengajar dalam kelompok), misalnya nabi mengajar sahabat tentang cara-cara sembah yang dengan contoh perbuatan yang mendemonstrasikannya.
g) Exposition (dengan menyajikan) yang didahului dengan motivasion (menumbuhkan minat) yakni dengan memberikan muqodimah lebih dahulu, kemudian baru menjelaskan pelajarannya.
h) Function (pelajaran dihidupkan dengan praktek) misalnya nabi mengajarkan tentang hukum-hukum dan syarat-syarat haji, kemudian nabi bersama-sama untuk mempraktekannya.
i) Explanation (memberi penjelasan tentang hal-hal yang kurang jelas) misalnya nabi memberi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, seperti ayat-ayat yang memerintahkan bersembahyang dan sebagainya.

Konsep pendidikan modern saat ini sejalan dengan pandangan al-Gazaly tentang pentingnya pembiasaan melakukan suatu perbuatan sebagai suatu metode pembentukan akhlak yang utama, terutama karena pembiasaan itu dapat berpengaruh baik terhadap jiwa manusia, yang memberikan rasa nikmat jika diamalkan sesuai dengan akhlak yang telah terbentuk dalam dirinya.

Begitu juga metode mendidik anak pada masa kini yang menetapkan bahwa dengan cara mengulang-ulangi pengalaman dalam berbuat sesuatu dapat meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam jiwanya, dan dari aspek inilah anak akan mendapatkan kenikmatan pada waktu mengulang-ulangi pengalaman yang baik itu, berbeda dengan pengalaman yang diperoleh dengan tanpa melalui praktek, maka kesan yang ditinggalkan adalah jelek.

Pandangan Al-Gazaly tersebut sesuai dengan pandangan ahli pendidikan Amerika Serikat, John Dewey, yang mengatakan “Pendidikan moral itu terbentuk dari proses pendidikan dalam kehidupan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid secara terus menerus”.

Oleh karena itu pendidikan akhlak menurut John Dewey adalah pendidikan dengan berbuat dan berkegiatan (learning by doing) yang terdiri dari pada tolong menolong, berbuat kebajikan dan melayani orang lain, dapat dipercaya dengan jujur. John Dewey berpendapat bahwa akhlak (moralitas) tidak dapat diajarkan kepada anak dengan melalui cerita-cerita yang dikisahkannya, akan tetapi hanya dapat diajarkan melalui praktek yang manusiawi saja. Sehingga kebajikan dan moralitas dan pengertian yang terkandung didalam cerita-cerita tidak mungkin dipindahkan (transformasikan) kedalam jiwa anak untuk menjadi akhlaknya, yang kemudian berinteraksi dengan anak lain berdasarkan atas pemeliharaan keutamaan-keutamaannya, akhlak (moralitas) hanya dapat diajarkan dengan cara membiasakan dengan perbuatan praktis.

Tujuan Pembinaan Akhlak
Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika, jika etika diatasi pada sopan santun antar sesama manusia, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah.
Akhlak lebih luas maknanya daripada yang telah dikemukakan terlebih dahulu serta mencakup pula beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah. Misalnya yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. Akhlak diniah (agama) mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah, hingga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa).
a) Akhlak Terhadap Allah
Titik tolak akhlak terhadap Allah atau pengukuran dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji, demikian Agung sifat terpuji itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjunjungkan hakikatnya.

b) Akhlak Terhadap Sesama Manusia
Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur’an berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh, menyakiti badan, atau mengambil harta hati dengan jalan menceritakan aib seseorang dibelakangnya, tidak peduli aib itu benar atau salah, walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu.
قول معروف ومغفرة خير من صدقة يتبعهاازى والله غني حليم ( البقره 2/: 263)
Artinya : “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima)”.
(Q.S. Al-Baqarah/2 : 263).

Disisi lain Al-Qur’an menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukan secara wajar. Nabi Muhammad SAW, misalnya dinyatakan sebagai manusia yang sempurna, namun dinyatakan pula sebagai Rosul yang memperoleh penghormatan melebihi manusia lain. Karena itu Al-Qur’an berpesan kepada orang-orang mukmin.

KISAH PERANG UHUD

Pengalaman pahit yang dirasakan oleh kaum Quraisy dalam perang Badar telah menyisakan luka mendalam nan menyakitkan. Betapa tidak, walaupun jumlah mereka jauh lebih besar dan perlengkapan perang mereka lebih memadai, namun ternyata mereka harus menanggung kerugian materi yang tidak sedikit.
Dan yang lebih menyakitkan mereka adalah hilangnya para tokoh mereka. Rasa sakit ini, ditambah lagi dengan tekad untuk mengembalikan pamor Suku Quraisy yang telah terkoyak dalam Perang Badar, mendorong mereka melakukan aksi balas dendam terhadap kaum Muslimin. Sehingga terjadilah beberapa peperangan setelah Perang Badar. Perang Uhud termasuk di antara peperangan dahsyat yang terjadi akibat api dendam ini. Disebut perang Uhud karena perang ini berkecamuk di dekat gunung Uhud. Sebuah gunung dengan ketinggian 128 meter kala itu, sedangkan sekarang ketinggiannya hanya 121 meter. Bukit ini berada di sebelah utara Madinah dengan jarak 5,5 km dari Masjid Nabawi.
WAKTU KEJADIAN
Para Ahli Sirah sepakat bahwa perang ini terjadi pada bulan Syawwâl tahun ketiga hijrah Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam ke Madinah. Namun mereka berselisih tentang harinya. Pendapat yang yang paling masyhûr menyebutkan bahwa perang ini terjadi pada hari Sabtu, pertengahan bulan Syawwal.

PENYEBAB PERANG
Di samping perang ini dipicu oleh api dendam sebagaimana disebutkan diawal, ada juga penyebab lain yang tidak kalah pentingnya yaitu misi menyelamatkan jalur bisnis mereka ke Syam dari kaum Muslimin yang dianggap sering mengganggu. Mereka juga berharap bisa memusnahkan kekuatan kaum Muslimin sebelum menjadi sebuah kekuatan yang dikhawatirkan akan mengancam keberadaan Quraisy.
Inilah beberapa motivasi yang melatarbelakangi penyerangan yang dilakukan oleh kaum Quraisy terhadap kaum Muslimin di Madinah.

JUMLAH PASUKAN
Kaum Quraisy sejak dini telah mempersiapkan pasukan mereka. Barang dagangan dan keuntungan yang dihasilkan oleh Abu Sufyân beserta rombongan yang selamat dari sergapan kaum Muslimin dikhususkan untuk bekal pasukan mereka dalam perang Uhud. Untuk menyukseskan misi mereka dalam perang Uhud ini, kaum Quraisy berhasil mengumpulkan 3 ribu pasukan yang terdiri dari kaum Quraisy dan suku-suku yang loyal kepada Quraisy seperti Bani Kinânah dan penduduk Tihâmah. Mereka memiliki 200 pasukan berkuda dan 700 pasukan yang memakai baju besi. Mereka mengangkat Khâlid bin al-Walîd sebagai komandan sayap kanan, sementara sayap kiri di bawah komando Ikrimah bin Abu Jahl.
Mereka juga mengajak beberapa orang wanita untuk membangkitkan semangat pasukan Quraisy dan menjaga mereka supaya tidak melarikan diri. Sebab jika ada yang melarikan diri, dia akan dicela oleh para wanita ini. Tentang jumlah wanita ini, para Ahli Sirah berbeda pendapat. Ibnu Ishâq rahimahullah menyebutkan bahwa jumlah mereka 8 orang, al-Wâqidi rahimahullah menyebutkan 14 orang, sedangkan Ibnu Sa’d rahimahullah menyebutkan 15 wanita.

MIMPI RASÛLULLÂH SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WASALLAM
Sebelum peperangan ini berkecamuk, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam diperlihatkan peristiwa yang akan terjadi dalam perang ini melalui mimpi. Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menceritakan mimpi ini kepada para Sahabat. Beliau Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Saya bermimpi mengayunkan pedang lalu pedang itu patah ujungnya. Itu (isyarat-pent) musibah yang menimpa kaum Muslimin dalam Perang Uhud. Kemudian saya ayunkan lagi pedang itu lalu pedang itu baik lagi, lebih baik dari sebelumnya. Itu (isyarat –pent-) kemenangan yang Allah Ta’ala anugerahkan dan persatuan kaum Muslimin. Dalam mimpi itu saya juga melihat sapi –Dan apa yang Allah lakukan itu adalah yang terbaik- Itu (isyarat) terhadap kaum Muslimin (yang menjadi korban) dalam perang Uhud. Kebaikan adalah kebaikan yang Allah Ta’ala anugerahkan dan balasan kejujuran yang Allah Ta’ala karuniakan setelah perang Badar”.
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menakwilkan mimpi Beliau ini dengan kekalahan dan kematian yang akan terjadi dalam Perang Uhud.
Saat mengetahui kedatangan Quraisy untuk menyerbu kaum Muslimin di Madinah, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam mengajak para Sahabat bermusyawarah untuk mengambil tindakan terbaik. Apakah mereka tetap tinggal di Madinah menunggu dan menyambut musuh di kota Madinah ataukah mereka akan menyongsong musuh di luar Madinah?
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam cenderung mengajak para Sahabat bertahan di Madinah dan melakukan perang kota, namun sekelompok kaum Anshâr radhiallahu’anhum mengatakan,
“Wahai Nabiyullâh! Sesungguhnya kami benci berperang di jalan kota Madinah. Pada jaman jahiliyah kami telah berusaha menghindari peperangan (dalam kota), maka setelah Islam kita lebih berhak untuk menghindarinya. Cegatlah mereka (di luar Madinah) !”
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersiap untuk berangkat. Beliau mengenakan baju besi dan segala peralatan perang. Setelah menyadari keadaan, para Sahabat saling menyalahkan. Akhirnya, mereka mengatakan:
“Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menawarkan sesuatu, namun kalian mengajukan yang lain. Wahai Hamzah, temuilah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dan katakanlah, “Kami mengikuti pendapatmu””.
Hamzah radhiallahu’anhu pun datang menemui Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullâh, sesungguhnya para pengikutmu saling menyalahkan dan akhirnya mengatakan, ‘Kami mengikuti pendapatmu.’ Mendengar ucapan paman beliau ini, Rasulullâh Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :
‘Sesungguhnya jika seorang Nabi sudah mengenakan peralatan perangnya, maka dia tidak akan menanggalkannya hingga terjadi peperangan’.
Keputusan musyawarah tersebut adalah menghadang musuh di luar kota Madinah. Ibnu Ishâq rahimahullah dan yang lainnya menyebutkan bahwa ‘Abdullâh ibnu Salûl setuju dengan pendapat Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam untuk tetap bertahan di Madinah. Sementara at-Thabari membawakan riwayat yang berlawanan dengan riwayat Ibnu Ishâq rahimahullah, namun dalam sanad yang kedua ini ada orang yang tertuduh dan sering melakukan kesalahan. Oleh karena itu, al-Bâkiri dalam tesisnya lebih menguatkan riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Ishâq rahimahullah.
Para Ulama Ahli Sirah menyebutkan bahwa yang memotivasi para Sahabat untuk menyongsong musuh di luar Madinah yaitu keinginan untuk menunjukkan keberanian mereka di hadapan musuh, juga keinginan untuk turut andil dalam jihad, karena mereka tidak mendapat kesempatan untuk ikut dalam Perang Badar.
Sementara, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam lebih memilih untuk tetap tinggal dan bertahan di Madinah, karena Beliau ingin memanfaatkan bangunan-bangunan Madinah serta memanfaatkan orang-orang yang tinggal di Madinah.
PELAJARAN DARI KISAH
Kaum Muslimin yang sedang berada di daerah, jika diserbu oleh musuh, maka mereka tidak wajib menyongsong kedatangan musuh. Mereka boleh tetap memilih bertahan di rumah-rumah mereka dan memerangi musuh di sana. Ini jika strategi ini diharapkan lebih mudah untuk mengalahkan musuh. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dalam Perang Uhud.

Rabu, 02 Mei 2012

definisi dan jenis-jenis hadist

 Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad saw yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah.

Etimologi
Hadits secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi islam istilah hadits berarti melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad saw.

Menurut istilah ulama ahli hadits, hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw , baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (bi'tsah) dan terkadang juga sebelumnya. Sehingga, arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad saw yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.

Macam dan Klasifikasi Hadist   

1. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi
  •  Hadits Mutawatir
  •  Hadits Ahad
           - Hadits Shahih
           - Hadits Hasan
           - Hadits Dha’if
 
2. Menurut Macam Periwayatannya
  •  Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul)
  •  Hadits yang terputus sanadnya
           - Hadits Mu’allaq
           - Hadits Mursal
           - Hadits Mudallas
           - Hadits Munqathi
           - Hadits Mu’dhol 
 
3. Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi
               - Hadits Maudhu’  
               - Hadits Matruk 
               - Hadits Mungkar 
               - Hadits Mu’allal 
               - Hadits Mudhthorib 
               - Hadits Maqlub 
               - Hadits Munqalib 
               - Hadits Mudraj 
               - Hadits Syadz
     semoga bermanfaat wassalam